Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Secara umum, ada tiga kategori besar mengenai subjek yang dapat dipatenkan:

  1. Proses, yang mencakup Algoritma, metode bisnis dan sebagian besar perangkat lunak (software), teknik medis, teknik olahraga dan semacamnya.
  2. Mesin, yang mencakup Mesin dan Aparatus.
  3. Barang yang diproduksi dan digunakan seperti perangkat mekanik, perangkat elektronik dan komposisi materi seperti kimia, obat-obatan, DNA, RNA, dan sebagainya.

Di Indonesia, syarat hasil temuan yang akan dipatenkan wajib memiliki unsur :

  1. Baru (Belum pernah diungkapkan sebelumnya)
  2. Mengandung langkah inventif (tidak dapat diduga sebelumnya)
  3. Dapat diterapkan dalam industri.

Jangka waktu perlindungan untuk paten ‘biasa’ adalah 20 tahun, sementara paten sederhana adalah 10 tahun. Perlu diingat Paten tidak dapat diperpanjang. Untuk memastikan teknologi yang diteliti belum dipatenkan oleh pihak lain dan layak dipatenkan, dapat dilakukan penelusuran dokumen paten. Pemegang Hak Paten memiliki hak ekslusif untuk melaksanakan Hak Paten yang dimilikinya dan untuk melarang orang lain yang tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan barang yang diberi Hak Paten.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pendaftaran paten, yaitu :

  1. Yang didaftarkan bukan metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan.
  2. Yang didaftarkan bukan teori dan metode di bidang matematika dan ilmu pengetahuan, tentang semua makhluk hidup, kecuali jasad renik, dan proses biologis penting untuk produksi tanaman atau hewan, kecuali proses non-biologis atau proses mikro-biologis.